Yogyakarta — Dosen Program Studi Magister Susastra turut menghadiri acara pengukuhan Guru Besar yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada pada Selasa (14/2), bertempat di Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Pujiharto, dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Sastra Pascamodern.
Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Sastra Indonesia Pascamodern, Prof. Pujiharto memaparkan adanya pergeseran fundamental dalam lanskap kesusastraan Indonesia, khususnya dari era modernisme menuju pascamodernisme. Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap sastra pascamodern tidak hanya dilihat sebagai urutan kronologis, tetapi lebih pada perubahan dalam aspek puitika.
“Sastra pascamodern Indonesia mengangkat tema-tema ontologis. Puitika epistemologis mencirikan novel modernis, sedangkan puitika ontologis mencirikan novel pascamodernis,” ungkapnya dalam pidato tersebut.
Lebih lanjut, Prof. Pujiharto menjelaskan bahwa karya fiksi dapat dikatakan bersifat ontologis apabila di dalamnya memuat strategi formal yang secara implisit menghadirkan keberadaan berbagai dunia. Ia menekankan bahwa isu-isu terkait dunia fiksional beserta keberagaman dan pluralitasnya menjadi ciri dominan dalam karya sastra pascamodern.
Kehadiran dosen Magister Susastra dalam acara ini merupakan bentuk partisipasi aktif dalam dinamika akademik nasional sekaligus upaya memperkuat jejaring keilmuan di bidang sastra dan budaya. Selain itu, momentum ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam pengembangan kajian sastra kontemporer, khususnya terkait pendekatan pascamodern dalam studi sastra Indonesia.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Program Studi Magister Susastra menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia.
